Pekan Ekonomi Kreatif Warnai HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Dari Pameran UMKM hingga Cek Kesehatan Gratis Hadir

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Staf Khusus Presiden Tiar Nabila Karbala menghadiri kegiatan kolaborasi yang memadukan promosi UMKM lokal dengan layanan kesehatan gratis

Pekan Ekonomi Kreatif Warnai HUT ke-25 Kota Tasikmalaya, Dari Pameran UMKM hingga Cek Kesehatan Gratis Hadir
Irene Umar, Tiar Nabila Karbala, dan Viman Alfarizi meninjau stan UMKM dalam Pekan Ekonomi Kreatif Kota Tasikmalaya. (foto:rakha)
banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan Pekan Ekonomi Kreatif dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini memadukan promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala menghadiri pembukaan kegiatan tersebut bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi.

Ketiganya berkeliling meninjau sejumlah stan, mulai dari produk UMKM, kuliner, kerajinan khas Tasikmalaya, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Pekan Ekonomi Kreatif ini menjadi bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital turut mendorong kolaborasi tersebut agar program pemerintah lebih dekat dengan masyarakat.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari gagasan bersama untuk mengemas program prioritas pemerintah agar lebih menarik dan mudah menjangkau masyarakat.

Menurut Viman, kolaborasi tersebut menggabungkan program Cek Kesehatan Gratis dengan pendekatan ekonomi kreatif serta penguatan identitas daerah.

“Ini adalah ide bersama, ide kolektif. Awalnya, kami berdiskusi bagaimana program prioritas Presiden bisa dikemas lebih kreatif, lebih menarik masyarakat, dan lebih sampai kepada masyarakat,” ujar Viman.

Ia menjelaskan, penyelenggara kemudian memadukan layanan kesehatan gratis dengan Pekan Ekonomi Kreatif dalam rangkaian HUT ke-25 Kota Tasikmalaya.

Viman juga menyebut antusiasme masyarakat melampaui target awal. Menurutnya, penyelenggara menargetkan 150 peserta pemeriksaan kesehatan dalam sehari, tetapi jumlah tersebut sudah terlampaui pada hari sebelumnya.

Baca Juga : Empat Atlet NPCI Kabupaten Tasik Siap Guncang Asian Para Games Aichi Nagoya

Bahkan, pengunjung dari luar Kota Tasikmalaya, seperti Garut, Ciamis, dan Pangandaran, turut memanfaatkan layanan tersebut.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala menyambut positif kolaborasi antara ekonomi kreatif, UMKM, dan program Cek Kesehatan Gratis.

Tiar menilai pendekatan ekonomi kreatif dapat membantu memperkenalkan program prioritas pemerintah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi publik.

“Peran Ekraf ini sangat penting untuk mengakselerasi supaya program bisa lebih dikenal dan partisipasinya juga bisa lebih besar,” kata Tiar.

Ia menambahkan, model kolaborasi serupa berpeluang diterapkan di kota lain. Menurutnya, keterbukaan pemerintah daerah dan kesamaan semangat untuk melayani masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program.

Sebagai warga asal Tasikmalaya, Tiar juga mengapresiasi penggunaan identitas kreatif lokal dalam kegiatan tersebut. Kehadiran maskot MIU menjadi salah satu unsur pembeda yang menarik perhatian masyarakat.

Tiar menilai kegiatan tersebut turut menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Ramainya pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan meningkatkan penjualan.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Irene menilai penguatan identitas lokal dapat menjadi pembeda produk UMKM Tasikmalaya di tengah banyaknya produk dari berbagai daerah.

Baca Juga : Warga Temukan Ular Mirip King Kobra di SOR Mangunreja

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan agar kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi kreatif tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang lalu berhenti. Kita ingin ada sesuatu yang berkelanjutan, termasuk kolaborasi antara pusat dan daerah serta pertukaran talenta,” ujar Irene.

Menurut Irene, pelaku ekonomi kreatif dapat membantu UMKM mengembangkan produk melalui pemanfaatan identitas lokal. Dengan pendekatan tersebut, produk khas Tasikmalaya diharapkan memiliki ciri pembeda yang kuat.

Ia juga mengapresiasi langkah komunitas ekonomi kreatif yang cepat menangkap peluang dengan memasukkan unsur identitas lokal ke dalam produk UMKM.

Melalui Pekan Ekonomi Kreatif ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap promosi produk lokal, partisipasi masyarakat, dan layanan kesehatan dapat berjalan beriringan dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 Kota Tasikmalaya.***

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *