BANJAR, BERANDAKU.COM – Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) menghadirkan program CAGEUR sebagai bagian dari kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL). Program tersebut merupakan upaya untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
CAGEUR merupakan singkatan dari Cegah Hipertensi, Aktif Senam, Garam Dikurangi, Edukasi Kesehatan, Ukur Tensi, dan Raga Bugar. Program ini dirancang sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong penerapan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan dan pengendalian hipertensi.
Peluncuran program CAGEUR dilaksanakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di dua titik kegiatan yang berlokasi di RW 009 dan RW 010, Dusun Cibentang dan Pasirleutik, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Sebanyak 42 warga dari kedua wilayah tersebut mengikuti kegiatan dengan antusias, yang terlihat dari keterlibatan mereka dalam kegiatan edukasi dan pengenalan upaya pencegahan serta pengendalian hipertensi.
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya kejadian hipertensi di RW 009 dan RW 010 serta masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kesmas Unsil untuk menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“Program CAGEUR ini kami adakan karena tingginya kejadian hipertensi di RW 009 dan RW 010 serta masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat mencegah dan mengontrol hipertensi melalui pembatasan konsumsi makanan tinggi garam serta pembudayaan aktivitas senam secara teratur,” ujar M. Fauzian selaku ketua kelompok.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan mengenai hipertensi. Dalam sesi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai faktor risiko hipertensi, pentingnya membatasi konsumsi garam, menjaga pola makan, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk membantu menjaga tekanan darah.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengadakan demonstrasi pembuatan puding berbahan dasar sawi. Daun sawi dipilih sebagai bahan pangan yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dalam upaya membantu mengendalikan tekanan darah. Pengolahan sawi menjadi puding diperkenalkan untuk memberikan variasi dalam mengonsumsi sayuran sehingga masyarakat memiliki alternatif olahan yang lebih menarik dan tidak mudah bosan dalam menerapkan pola makan sehat.
Untuk mendukung penerapan perilaku sehat secara berkelanjutan, mahasiswa turut memperkenalkan BAGJA (Bingo Aktivitas untuk Jaga Tekanan Darah). Media ini berbentuk bingo checklist yang memuat berbagai aktivitas pencegahan dan pengendalian hipertensi, mulai dari membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan melakukan aktivitas fisik hingga pengingat minum obat hipertensi secara teratur bagi masyarakat yang mendapatkan obat dari tenaga kesehatan. BAGJA diberikan sebagai media pengingat agar masyarakat lebih konsisten menerapkan perilaku hidup sehat sekaligus menjalankan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Melalui pelaksanaan PBL ini, mahasiswa Kesmas Unsil berupaya menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung melalui kegiatan promotif dan preventif. Program CAGEUR diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi serta mendorong terbentuknya kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan. ***









