TASIKMALAYA, KALCERAN.ID — Kabupaten Tasikmalaya kembali mengirimkan putri terbaiknya di ajang beauty contest tingkat provinsi. Zulfa Sayyidatul Ayyami, siswi berprestasi asal Tanjungjaya, resmi terpilih menjadi finalis Miss Hijab Jawa Barat 2026.
Keikutsertaannya membawa angin segar bagi representasi muslimah Tasikmalaya yang religius namun tetap melek teknologi.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamet, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas capaian Zulfa.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh sesuai kapasitas yang ada.
“Alhamdulillah, salah satu putri terbaik Kabupaten Tasikmalaya menjadi finalis Miss Hijab Jawa Barat. Kami dari pemerintah akan mendukung mulai dari sisi kemitraan untuk kebutuhan wardrobe, hingga sosialisasi masif melalui kanal media sosial dan surat resmi agar dukungan vote online untuk Neng Zulfa terus mengalir,” ujar Aam.
Aam juga menyoroti tren positif prestasi muslimah Tasikmalaya di berbagai ajang nasional dan provinsi.
Menurutnya, kesuksesan para talenta muda ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Tasikmalaya yang mengedepankan nilai religius-Islami.
“Tasikmalaya ini sepertinya gudang talenta, kemarin ada yang juara di Miss Muslimah, sekarang Miss Hijab. Harapan kami, Neng Zulfa bisa menjadi yang terbaik dan menjadi role model bagi pemuda lainnya. Ini bukti bahwa pemerintah hadir saat anak muda betul-betul berprestasi,” tambah Aam.
Zulfa Sayyidatul Ayyami, yang merupakan siswi MAN 2 Cipasung, menceritakan perjalanannya mengikuti seleksi ketat sejak Januari lalu.
Motivasi utamanya adalah ingin meningkatkan skill kepercayaan diri serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Berbeda dengan peserta lainnya, Zulfa membawa misi yang sangat relevan dengan isu kekinian melalui advokasi berjudul “Hijab Digital Shield” atau Perisai Digital Hijab.
“Fokus advokasi saya adalah menangani kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Isu ini sangat penting karena angka KBGO terus meningkat dari tahun ke tahun. Saya ingin hijab menjadi simbol kekuatan bagi perempuan untuk berani bersuara di ruang digital,” jelas Zulfa.
Dukungan terhadap Zulfa juga mengalir dari lingkungan sekolahnya. Pihak kepala sekolah dan kesiswaan MAN 2 Cipasung telah memfasilitasi kebutuhan administrasi dan memberikan dukungan moril penuh agar Zulfa dapat fokus menghadapi babak final.
Rangkaian acara puncak Miss Hijab Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 17 Mei 2026 di Bandung. Zulfa berharap keikutsertaannya tidak hanya sekadar mengejar gelar juara, namun mampu menyebarkan pesan positif.
“Harapan saya, semoga ajang ini dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda dan muslimah untuk bangga dengan identitas mereka, serta berani berkembang dan berkarya di bidangnya masing-masing,” pungkasnya.***









