KOPRI Care Permudah Aduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius di Kota Tasikmalaya. Tidak sedikit korban yang memilih diam karena takut, bingung, atau tidak tahu harus melapor ke mana. Melihat kondisi tersebut, Korps PMII Putri (KOPRI) Kota Tasikmalaya meluncurkan kanal pengaduan digital KOPRI Care di gedung PCNU Kota Tasikmalaya, Minggu (24/5/2026).

Peluncuran platform berbasis digital itu dikemas dalam talkshow interaktif bertema “Membangun Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak Melalui Program KOPRI Care”, yang mempertemukan aktivis perempuan, lembaga perlindungan anak, hingga masyarakat untuk memperkuat sistem pendampingan korban.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Laura Natalia Tatiratu, mengatakan KOPRI Care hadir sebagai langkah nyata kader perempuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya bagi korban kekerasan domestik maupun publik yang selama ini kesulitan mengakses layanan pengaduan.

Menurut Laura, perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya dibebankan pada satu lembaga. Diperlukan keterlibatan bersama antara masyarakat, organisasi, dan institusi terkait agar korban mendapat perlindungan yang cepat dan tepat.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak di Kota Tasikmalaya memerlukan kerja kolektif. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Hari ini, melalui program KOPRI Care, kami membangun jembatan sinergi yang kuat antara masyarakat, aktivis, serta institusi berwenang seperti UPTD PPA dan KPAD Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran KOPRI Care diharapkan dapat menghapus rasa takut korban saat hendak melapor. Sebab, platform tersebut dirancang untuk memberikan akses pengaduan yang lebih aman, cepat, dan menjaga kerahasiaan identitas pelapor.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi korban di Kota Tasikmalaya yang merasa takut atau bingung harus mengadu ke mana,” katanya menambahkan.

Dalam talkshow tersebut, hadir sejumlah narasumber kompeten yang membahas persoalan perlindungan perempuan dan anak dari berbagai sudut pandang, di antaranya Epi Mulyana, S.H., M.H. dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya serta Ketua KPAD Kota Tasikmalaya, Rina Marlina, M.Sos.

Diskusi menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan di lapangan, mulai dari tingginya kerentanan kasus kekerasan, hambatan psikologis korban untuk melapor, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kasus.

Melalui KOPRI Care, KOPRI Kota Tasikmalaya menyiapkan sistem pengaduan yang ramah korban dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk UPTD PPA Kota Tasikmalaya, guna memastikan penanganan berjalan cepat dan terintegrasi.

Selain itu, layanan pengaduan dapat diakses kapan saja melalui telepon pintar, sehingga diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan bantuan.

KOPRI Kota Tasikmalaya berharap inovasi digital ini menjadi pintu awal lahirnya sinergi yang lebih kuat antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi perempuan dan anak. ***

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *