TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Tasikmalaya resmi melantik jajaran kepengurusan baru periode 2026 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (6/6/2026).
Pelantikan tersebut mengusung tema “Melangkah Bersama dalam Arah Baru Gerakan IPM” dan dihadiri sekitar 250 tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan, organisasi kepemudaan, serta jajaran Muhammadiyah.
Hadir dalam kegiatan itu perwakilan Organisasi Otonom (Ortom) tingkat daerah, kepala sekolah SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua Umum PD IPM Kabupaten Tasikmalaya, Barkah Kurniawan, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi titik awal perjuangan baru bagi pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Tasikmalaya.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen dan tanggung jawab dalam melanjutkan estafet perjuangan pelajar Muhammadiyah,” ujar Barkah.
Ia menjelaskan bahwa tema “Arah Baru” yang diusung bukan berarti meninggalkan nilai-nilai perjuangan organisasi yang telah diwariskan para pendahulu.
Sebaliknya, arah baru dimaknai sebagai upaya menghadirkan gerakan pelajar yang semakin relevan dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan identitas dan nilai dasar organisasi.
“Kami ingin menegaskan bahwa arah baru yang dimaksud bukan meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan, melainkan menghadirkan gerakan yang semakin relevan dengan tantangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PD IPM Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Nayl R.A., menyoroti pentingnya penguatan tradisi literasi dan intelektualitas di kalangan pelajar.
Dalam sambutannya, Nayl mengutip Surah Al-Qalam ayat pertama sebagai landasan gerakan organisasi yang berorientasi pada ilmu pengetahuan dan budaya literasi.
“Ayat ini menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan, literasi, dan tradisi intelektual sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban yang berkemajuan,” jelasnya.
Ia juga menguraikan filosofi pena yang menjadi simbol IPM. Menurutnya, pena tidak hanya dimaknai sebagai alat tulis, tetapi juga lambang lahirnya gagasan, pemikiran kritis, dan karya yang mampu memberikan perubahan positif bagi masyarakat.
Karena itu, pelajar dituntut untuk terus belajar, berpikir kritis, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Apresiasi terhadap peran IPM juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi.
Menurutnya, kader IPM memiliki karakter yang seimbang antara kecerdasan intelektual, kekuatan mental, akhlak yang baik, serta kepedulian sosial yang tinggi.
“IPM tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi memiliki mental yang kuat, akhlak yang mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Wandi.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya saat ini tengah fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu indikator utama pembangunan daerah.
Karena itu, IPM dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat literasi, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, serta mendorong generasi muda menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat menghambat pembangunan.
“Kami mengajak IPM sebagai mitra strategis melalui gerakan Nun Walqalami Wamayasturun. Kami mengajak penguasaan literasi, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, dan terutama bagaimana meninggalkan hal-hal negatif, khususnya kenakalan remaja yang dapat kontraproduktif terhadap hasil-hasil pembangunan,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PD IPM Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak literasi, penguatan karakter, serta melahirkan generasi pelajar yang berdaya saing dan berakhlak mulia di Kabupaten Tasikmalaya.***









