BANTARKALONG, BERANDAKU.COM – Sejak terakhir di rehab hasil swadaya komite sekolah dan orang tua siswa tahun 2011 dua ruang kelas SMPN 1 Bantarkalong akhirnya ambruk, Rabu (29/7/2026).
Kondisi dua ruang kelas yang ambruk tersebut sudah memprihatinkan. Sudah lama dibiarkan tidak diperbaiki dan digunakan untuk belajar siswa.
Ketua Komite SMPN 1 Bantarkalong, Abah Unang mengungkapkan, dua bangunan SMPN 1 Bantarkalong yang ambruk adalah dua ruang kelas siswa yang dibiarkan sudah lama tidak diperbaiki.
“Jadi dua ruang kelas tersebut memang sudah lama tidak digunakan untuk pembelajaran karena kondisinya sudah lapuk dan tidak layak pakai. Karena tak kunjung diperbaiki akhirnya ambruk,” kata Unang.
Karena sudah lama dibiarkan rusak terus ambruk berdampak ke bangunan di sebelahnya ruang IT dan Kesenian.
Unang menyebutkan, jika tidak segera diperbaiki dua ruang kelas yang ambruk akan merembet ke ruang kesenian dan IT. dikhawatirkan juga akan ikut ambruk.
Rehab dua ruang kelas tersebut, sebenarnya sudah pernah dilakukan hasil swadaya komite sekolah dan iuran orang tua siswa seadanya.
“Jadi ambruk lagi karena seadanya dari swadaya komite dan iuran orang tua siswa. Karena kekurangan kelas, maka proses pembelajaran siswa diatur ada beberapa ruang darurat,” kata dia.
Untuk kebutuhan perbaikan dua ruang kelas yang ambruk, tambah Unang, per kelas membutuhkan Rp 150 juta.
Sebagai komite sekolah, Unang berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera merespon dan merealisasikan bantuan revitalisasi SMPN 1 Bantarkalong.
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, Cucu Ano Lesmana, menegaskan untuk dua ruang kelas dan bangunan yang terdampak lainnya di SMPN 1 Bantarkalong sudah masuk program bantuan revitalisasi tahun ini.
“Iya sudah didata dan masuk ke dalam salah satu SMPN yang mendapatkan bantuan revitalisasi rehab kelas untuk tahun 2026 ini,” tegas Cucu.***









