Pesanan Tusuk Sate Overload Menjelang Iduladha 1447 Hijrah

banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas di pabrik tusuk sate milik Karto Widodo di Kampung Panunggulan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, meningkat drastis. Permintaan yang terus berdatangan membuat produksi berjalan lebih sibuk dibanding hari-hari biasa.

Karto mengatakan, lonjakan pesanan pada musim kurban tahun ini mencapai hampir 100 persen. Kondisi tersebut rutin terjadi setiap Iduladha karena kebutuhan tusuk sate meningkat tajam di berbagai daerah.

Besarnya permintaan membuat pihaknya tidak mampu menerima seluruh pesanan yang masuk. Keterbatasan kapasitas produksi menjadi kendala utama, sehingga sebagian permintaan konsumen terpaksa ditolak.

“Pesanan membludak, jadi ada yang tidak bisa kami penuhi. Tapi untuk pelanggan tetap, suplai masih terus kami jalankan,” ujar Karto, Selasa 19 Mei 2026.

Saat ini, pemasaran produk tusuk sate buatannya tidak hanya beredar di Tasikmalaya dan wilayah Priangan Timur. Produk tersebut juga dikirim ke sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

“Bahkan, ada pelanggan yang datang langsung ke lokasi produksi untuk membeli dalam jumlah besar,” ungkap dia.

Dalam sehari, satu mesin produksi mampu menghasilkan sekitar 250 kilogram tusuk sate basah. Produk itu dipasarkan dengan harga Rp17 ribu per kilogram. Sementara untuk kemasan isi 400 tusuk dijual seharga Rp4.500 per bungkus.

Karto menjelaskan, proses produksi tidak hanya dilakukan di Panunggulan. Ia mengoperasikan tiga mesin di lokasi berbeda, yakni di Panunggulan, Cineam, dan Cikalong guna mengejar kebutuhan pasar yang terus meningkat.

“Semuanya 18 pekerja. Delapan orang bekerja di pabrik utama, sementara sisanya tersebar di lokasi produksi lainnya,” katanya. ***

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *