JAKARTA, BERANDAKU.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah tengah merumuskan skema insentif baru untuk program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Program ini rencananya akan diperkuat mulai tahun 2026 mendatang.
Bahlil menjelaskan bahwa konversi kendaraan merupakan bagian krusial dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mengalihkan penggunaan energi fosil ke kendaraan berbasis baterai.
“Konversi ini adalah bagian dari strategi untuk mengalihkan kendaraan, khususnya motor dan mobil, dari bensin ke baterai,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi tingkat polusi udara yang kian mengkhawatirkan, sekaligus menjadi pilar pendukung pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.
Bahlil menegaskan bahwa negara berkomitmen hadir untuk meringankan beban masyarakat dalam proses transisi energi ini.
“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat. Ketika dialihkan (switch) dari bensin ke motor listrik, pasti ada semacam ‘pemanis’ atau sweetener-nya,” tegas Bahlil.
Meski telah memberikan sinyal bantuan, Bahlil belum merinci besaran angka insentif yang akan digelontorkan.
Ia menyebutkan bahwa saat ini pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk merumuskan detail kebijakan tersebut.
“Satgasnya baru saja dibentuk. Saya akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan satgas, baru kemudian hasilnya akan saya laporkan,” pungkasnya.
Hadirnya insentif ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas untuk mulai beralih ke teknologi transportasi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mempercepat target Net Zero Emission Indonesia.***













