banner 728x250

Bukan Hanya Listrik, PGE Karaha dan Unsil Ubah Produk Geothermal Jadi Pupuk Hijau

PGE Area Karaha berkolaborasi dengan Universitas Siliwangi mengembangkan Pupuk COMBINE dari limbah brine panas bumi

Bukan Hanya Listrik, PGE Karaha dan Unsil Ubah Produk Geothermal Jadi Pupuk Hijau
Bukan Hanya Listrik, PGE Karaha dan Unsil Ubah Produk Geothermal Jadi Pupuk Hijau. (foto:istimewa)
banner 468x60

TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Energi panas bumi kini tidak hanya menjadi tumpuan bagi sektor kelistrikan nasional. Melalui kolaborasi strategis antara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Karaha dan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi (Unsil), sumber energi hijau ini kini bertransformasi menjadi solusi bagi dunia pertanian melalui Pupuk Compost Brine (COMBINE).

Inovasi ini memanfaatkan kembali brine—produk sampingan dari proses ekstraksi panas bumi—menjadi pupuk yang mampu meningkatkan produktivitas lahan. Keberhasilan inovasi ini ditunjukkan melalui seremoni panen komoditas cabai di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unsil, Tasikmalaya, Senin (9/3/2026).

Example 300x600

Dekan Fakultas Pertanian Unsil, Dr. Hj. Rina Nuryati, Ir., M.P., mengapresiasi kemajuan riset ini yang kini telah memasuki tahap implementasi nyata.

“Ini menjadi kejutan positif bagi dunia akademik. Pupuk COMBINE tidak hanya berhenti pada tahap riset di laboratorium, tetapi sudah berkembang menjadi produk yang terkemas. Ini bukti nyata kolaborasi industri dan akademisi bisa menghadirkan manfaat langsung,” ujar Dr. Rina.

Baca Juga : Viman Sebut Aktivasi Bandara Wiriadinata Jadi Stimulan Ekonomi Priangan Timur

Pengembangan Pupuk COMBINE merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PGE Area Karaha. Program ini difokuskan untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

General Manager PGE Area Karaha, Yanuaris Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa uji coba di lahan terbuka sangat penting untuk memvalidasi manfaat pupuk pada berbagai komoditas.

“Penggunaan Pupuk COMBINE didokumentasikan secara faktual pada berbagai tanaman seperti sayuran, cabai, hingga kopi. Kami ingin memastikan inovasi ini benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi petani lokal melalui praktik ekonomi sirkular,” ungkap Yanuaris.

Inovasi Pupuk COMBINE awalnya diinisiasi oleh tim internal PGE Area Karaha pada tahun 2023. Kerja sama ini kemudian diperkuat pada pertengahan 2025 melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Unsil.

Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan para ahli, tetapi juga memberdayakan mahasiswa dan kelompok tani sebagai mitra uji coba di lapangan. Dengan adanya dukungan data akademis dan pengujian faktual, Pupuk COMBINE diharapkan menjadi pionir pemanfaatan limbah panas bumi untuk kesuburan tanah.

Pencapaian ini membuktikan bahwa energi bersih yang lahir dari kedalaman bumi mampu menumbuhkan harapan di permukaan tanah, sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi hijau yang berkelanjutan.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *