SINGAPARNA, BERANDAKU.COM – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya Luthfi Hizba Rusydia mendorong pemerataan distribusi air pada irigasi Garunggang di Kecamatan Salawu merata ke tujuh desa agar mampu meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Dorongan tersebut disampaikan saat Luthfi mengikuti rapat kerja membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) bupati tahun 2025 dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-PRKP-LH) di ruang rapat kerja Komisi III, Kamis (9/4/2026).
Mewakili Komisi III, Luthfi menyampaikan aspirasi terkait lanjutan pembangunan irigasi Garunggang di Kecamatan Salawu dan mempertanyakan efektivitas dan pemerataan distribusi air ke lahan pertanian masyarakat kepada DPU-PRKP-LH.
Luthfi menyampaikan aspirasi dan dorongan kepada DPU-PRKP-LH. Aspirasi yang disampaikan kepada dinas sebagai bentuk komitmen dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat khususnya di sektor pertanian.
“Irigasi Garunggang di Kecamatan Salawu merupakan infrastruktur yang sangat vital dalam mendukung produktivitas pertanian,” kata anggota dewan dari Dapil 7 termasuk Kecamatan Salawu ini.
Infrastruktur pertanian berupa irigasi Garunggang ini memiliki potensi besar untuk mengairi puluhan ribu hektar sawah fungsional dan lahan pertanian.
Termasuk dapat menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di tujuh desa di wilayah Kecamatan Salawu. Luthfi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, BBWS serta pelaksana kegiatan PT Hutama Karya yang telah merealisasi pembangunan irigasi Garunggang ini melalui program Inpres tahun 2025/2026 sepanjang kurang lebih 2.000 meter,” ungkap Ketua Umum DPP Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRKI) ini.
Luthfi menyebutkan dibangunnya irigasi Garunggang ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Namun demikian, berdasarkan kondisi di lapangan, pembangunan tersebut belum sepenuhnya menjangkau titik krusial yang menjadi kunci distribusi air ke seluruh 7 desa di Kecamatan Salawu.
“Akibatnya saat ini irigasi baru dapat dimanfaatkan secara efektif oleh 2 desa, sementara desa lainnya masih belum merasakan manfaat secara optimal,” kata anggota DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya ini.
Maka dari itu, sebagai wakil rakyat dari Dapil 7 mewakili masyarakat dan petani di Kecamatan Salawu, Luthfi mendorong dengan tegas kepada pemerintah daerah melalui dinas PUPR agar segera mengambil langkah strategis.
Langkah strategis tersebut pertama pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan percepatan lanjutan pembangunan irigasi yang tersisa kurang lebih 150 meter.
Menjadikan penyelesaian titik vital ini sebagai prioritas pembangunan daerah. Kemudian pemerintah daerah mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebermanfaatan program dapat dirasakan secara menyeluruh.
Ia meyakini bahwa dengan penyelesaian yang relatif singkat ini, dampaknya akan sangat besar. Dampaknya irigasi dapat mengairi seluruh jaringan ke tujuh desa dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
“Kami mendorong kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Pembangunan irigasi Garunggang ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang keadilan akses dan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat tani,” pungkasnya.***













