CIAMIS, BERANDAKU.COM – Polres Ciamis bersama Kelompok Tani Satria Perkasa melakukan langkah nyata untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Mereka berkolaborasi menyulap lahan tadah hujan yang selama ini kurang produktif di Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi lahan pertanian tumpang sari seluas dua hektare yang ditanami bawang merah dan komoditas lainnya.
Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, memimpin langsung kegiatan penanaman benih bawang merah ini bersama para anggota kelompok tani setempat. Program sinergis ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga sekaligus menjadi percontohan pemanfaatan lahan marginal.
”Program kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional,” ujar AKBP Hidayatullah di lokasi penanaman.
Pada tahap awal, komoditas utama yang ditanam di lahan seluas dua hektare tersebut adalah bawang merah. Namun, untuk memaksimalkan produktivitas, petani menerapkan sistem tumpang sari—sebuah teknik menanam lebih dari satu jenis tanaman secara bersamaan di lahan yang sama.
Bawang merah di hamparan tersebut dikombinasikan dengan beberapa komoditas bernilai ekonomi tinggi lainnya, yaitu Jahe gajah, Cabai rawit (varietas ori) dan Jagung.
AKBP Hidayatullah menambahkan bahwa proyek ini tidak akan berhenti di sini. Pihak kepolisian berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan, di mana luas lahan rencananya akan diekspansi hingga mencapai empat hektare di masa mendatang.
Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa, Endang Ridwan, menyambut baik dukungan penuh dari Polres Ciamis. Menurutnya, kehadiran kepolisian memberikan motivasi besar bagi para petani untuk menggarap lahan yang sebelumnya sering telantar saat musim kemarau.
”Metode tumpang sari dinilai mampu memberikan keuntungan lebih besar karena dalam satu lahan dapat menghasilkan beberapa jenis tanaman sekaligus,” kata Endang.
Kelompok tani yang beranggotakan sekitar 21 hingga 25 orang ini juga, memberdayakan warga sekitar dalam pengelolaan harian, sehingga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat desa.
“Kami menargetkan ke depan mampu memproduksi benih sendiri agar Kabupaten Ciamis tidak ketergantungan pasokan dari luar daerah,” tandasnya. (Red)









