BANDUNG, BERANDAKU.COM– Pimpinan Pusat Pemuda PERSIS resmi memulai nahkoda baru. Jajaran Tasykil dan Lembaga PP Pemuda PERSIS Masa Jihad 2026–2031 dikukuhkan di Aula lantai 3 Kantor PP PERSIS dan Badan Otonom, Bandung, Senin (13/7/2026) bertepatan 27 Muharram 1448 H.
Pengukuhan tertuang dalam SK Nomor 001/A.6.2/B.1-C.1/VII/2026. Prosesi dipimpin langsung Ketua Umum terpilih, Hilman Rasyid, MPd dan disaksikan Ketua Umum PP PERSIS Dr KH Jeje Zaenudin MAg serta jajaran pimpinan Jam’iyyah PERSIS.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci oleh Abdul Razak Amir MHum dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Mars PERSIS, dan Mars Pemuda PERSIS.
Setelah pembacaan SK dan pelantikan, acara ditutup dengan tauhid dari KH Dr Jeje Zaenudin serta sesi “Selayang Pandang Pemuda PERSIS 2026–2031”.
Dalam sambutannya, Hilman menegaskan pelantikan ini adalah pintu masuk transformasi besar. Pemuda PERSIS, katanya, harus menjadi episentrum gerakan dakwah kontemporer, penggerak kemandirian umat, dan penjaga marwah jam’iyyah.
“Kita dituntut melakukan tajdid jami’ syamil pembaruan yang menyeluruh. Menjawab disrupsi teknologi, krisis moralitas digital, dan ketimpangan sosial-ekonomi, tanpa meninggalkan akar ideologis kita,” tegas Hilman.
Untuk itu, PP Pemuda PERSIS merumuskan arsitektur kebijakan “Panca Jihad” sebagai peta jalan 5 tahun, modernisasi tata kelola dan transformasi digital.
Kedua ekonstruksi Kaderisasi Ulama-Inteligensia, ketiga ekspansi dakwah berbasis data, keempat penguatan ekosistem ekonomi kader, melalui BUMJ dan HIPPI dan atau lembaga sejenis dan kelima diplomasi strategis dan aliansi kebangsaan.
“Shaf kepengurusan kali ini harus responsif, berdedikasi, dan terkualifikasi. Kita tidak boleh gagap menghadapi tantangan zaman,” lanjut Hilman.
Ketua Umum PP PERSIS, Dr KH DrJeje Zaenudin MAg dalam taujihnya mengingatkan ayat QS. Al-Baqarah: 134/141: “Tilka ummatun qad khalat…” setiap umat punya catatan amalnya sendiri.
Beliau juga mengutip kaidah: “Li kulli zamānin rijāluh, wa li kulli rijālin zamānuh.” Setiap zaman ada tokohnya, setiap tokoh ada zamannya.
“Pesan saya sederhana. Jangan cukup bangga dengan sejarah pendahulu. Tugas kalian adalah melahirkan karya dan kontribusi nyata untuk zaman ini. Jaga integritas, kuatkan sinergi dengan induk jam’iyyah, dan padukan dakwah dengan penguasaan sains, teknologi, dan ekonomi,” pesan KH. Jeje.
Berdasarkan SK, kepengurusan dipimpin Hilman Rasyid MPd sebagai Ketua Umum, didampingi M Edwin Khadafi SE sebagai Wakil Ketua Umum.
Jajang Hidayatulloh, MAg menjabat Sekretaris Umum, Andri Nurkamal sebagai Wakil Sekretaris Umum. Bendahara Umum diamanahkan kepada Apt. Malik Idris SFarm dengan wakil Ceceng Kholilulloh SAg.
Dewan Pertimbangan Jam’iyyah dipercayakan kepada H. Irfan Firmansyah, MSos dan H Ibrahim Nasrul Haq Al-Fahmi SPd.
Untuk menjawab tantangan multidimensional, kepengurusan dilengkapi 13 bidang kerja nasional mulai dari Jam’iyyah, administrasi, Kaderisasi, Pendidikan, Dakwah, Ekonomi, hingga Politik dan Keamanan dan Lingkungan Hidup.
Selain itu, dikukuhkan 4 lembaga strategis yakni 1. Lembaga Kaderisasi Ulama Muda
- Lembaga Studi Sastra dan Kebudayaan
- Lembaga Akselerasi Ekonomi Jam’iyyah
- Lembaga Strategi Komunikasi dan Pengembangan Media.
Dengan struktur baru ini, PP Pemuda PERSIS menargetkan lompatan besar. Dari organisasi kader menjadi pusat peradaban. Dari gerakan dakwah menjadi kekuatan ekonomi dan kebangsaan.
“Pelantikan ini menjadi tonggak awal pengabdian dan perjuangan peradaban untuk 5 tahun ke depan,” Tegas Hilman dengan optimis.***









