CIAMIS, BERANDAKU.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudarsono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Pamalayan, Kabupaten Ciamis, Selasa (28/04/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika pasar global.
Dalam kunjungan tersebut, Wamentan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ciamis, Andang Firman Triyadi, serta Anggota DPR RI, Herry Dermawan. Berdasarkan hasil pantauan langsung, Sudarsono menegaskan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini dalam status aman, bahkan cenderung melimpah.
“Sidak ini bukan yang pertama. Saya sudah mengecek sekitar 15 gudang Bulog di berbagai wilayah, dan hasilnya konsisten: tidak ada gudang yang kosong. Semua penuh,” tegas Sudarsono di hadapan awak media.
Wamentan secara langsung menepis kekhawatiran publik terkait isu kelangkaan beras. Ia mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini telah melampaui angka 5 juta ton. Menurutnya, kondisi gudang yang penuh merupakan indikator bahwa penyerapan gabah oleh Bulog dari petani berjalan sangat optimal.
Baca Juga : Lewat FORMAS, KORMI Kabupaten Tasikmalaya Ikut Tingkatkan Indeks Kesehatan Masyarakat
Sudarsono juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai fungsi gudang Bulog. Ia menjelaskan bahwa beras yang tersimpan di gudang hanya mencakup 10 hingga 15 persen dari total produksi nasional sebagai bentuk intervensi pemerintah agar harga di tingkat petani tidak jatuh.
“Jangan salah persepsi. Gudang Bulog penuh bukan berarti seluruh panen ada di sini. Justru ini adalah bentuk kehadiran negara agar harga gabah petani tetap stabil dan terjaga,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Sudarsono, terus memantau Nilai Tukar Petani (NTP) yang menunjukkan tren peningkatan sebagai indikator kesejahteraan. Terkait potensi fenomena El Nino, Kementan telah menyiapkan langkah mitigasi berupa penyediaan pompa air dan perbaikan sistem irigasi secara masif.
“Urusan pangan ini urusan perut. Mengutip Bung Karno, ‘the stomach cannot wait’. Maka kita pastikan semuanya aman,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Ciamis, Johan Wahyudi, melaporkan bahwa stok di wilayah Priangan Timur saat ini sangat melimpah, bahkan melampaui kapasitas gudang yang ada.
“Stok kami di wilayah Ciamis dan Priangan Timur mencapai 32.000 hingga 33.000 ton dan terus bertambah. Penyerapan gabah dari petani mencapai 1.000 ton per hari, sehingga kami harus menyewa gudang tambahan,” ungkap Johan.
Mengingat wilayah kerjanya mencakup enam daerah termasuk Garut dan Pangandaran, Johan mengungkapkan kebutuhan mendesak akan penambahan infrastruktur penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang induk sekitar 22.000 ton dinilai sudah tidak mencukupi untuk menampung masifnya hasil panen.
“Idealnya kapasitas ditingkatkan hingga 50.000 ton. Kami memerlukan tambahan dua hingga empat gudang baru agar penyerapan hasil petani ke depan tetap maksimal,” pungkasnya.
Selain beras, Bulog Ciamis juga melaporkan penyerapan komoditas jagung yang telah mencapai 1.300 ton guna memenuhi kebutuhan distribusi di wilayah Priangan Timur.***









