Kita  

PKD V PMII INU Tasikmalaya Tuntas, 26 Kader Dibai’at

banner 468x60

KOTA TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM – Sebanyak 26 kader resmi dikukuhkan sebagai anggota baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia setelah mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke V yang digelar PMII INU Tasikmalaya. Penutupan kegiatan ditandai dengan bai’at pada Minggu, 21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, setelah rangkaian kaderisasi berlangsung selama empat hari.

Sebelumnya, proses kaderisasi diawali dengan tahapan seleksi dari total 33 pendaftar. Para peserta telah mengikuti screening pra-kegiatan sejak 15 Juni 2026 sebagai tahap awal untuk mengukur kesiapan sebelum masuk ke ruang kaderisasi formal.

Ketua Komisariat PMII INU Tasikmalaya, Wipa Aryandin, menjelaskan bahwa proses seleksi dan pembinaan dilakukan secara berlapis untuk memastikan kualitas kader yang dihasilkan.

“Total pendaftar PKD kali ini sebanyak 33 orang. Mereka mengikuti rangkaian screening pra-kegiatan sejak 15 Juni 2026. Setelah melewati proses pelaksanaan, screening, pemahaman materi, forum grup diskusi, simulasi aksi dan post test akhir, sebanyak 26 orang dinyatakan lulus dan dibai’at sebagai kader mujahid pada penutupan 21 Juni 2026,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa PKD tidak hanya berorientasi pada jumlah peserta yang lulus, tetapi juga pada kualitas dan komitmen kader yang terbentuk melalui proses panjang tersebut.

Rangkaian pembukaan PKD yang digelar pada 18 Juni 2026 turut dihadiri sejumlah unsur penting, termasuk Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Ketua KOPRI PC PMII Kota Tasikmalaya, MABINKOM PMII INU Tasikmalaya, perwakilan Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, serta pimpinan Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap proses kaderisasi yang berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan 10 pemateri dari berbagai bidang keilmuan. Materi yang diberikan meliputi Aswaja sebagai haluan organisasi, NDP, analisis kebijakan kampus, serta penguatan wawasan keislaman dan ke-NU-an.

“Alhamdulillah semua pemateri yang kami undang bisa hadir dan memberikan materi secara utuh. Materi meliputi ASWAJA sebagai haluan organisasi, Analisis Kebijakan Kampus, NDP, Nahdlatunnisa, dan lainnya,” ujarnya.

Proses pembelajaran tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui FGD, tadarus buku, simulasi aksi, serta post test sebagai evaluasi akhir. Lingkungan Pondok Pesantren Al-Mukhtariyah turut mendukung intensitas pembelajaran kader selama kegiatan berlangsung.

Wipa menyampaikan harapan agar kader yang telah dibai’at dapat menjadi generasi yang kuat secara ideologi dan siap menghadapi tantangan sosial.

“Kami berharap PKD ini mencetak kader-kader mujahid yang bertaqwa, intelektual, profesional, serta progresif dan berintegritas,” tegasnya.

Dengan berakhirnya agenda tersebut, PMII INU Tasikmalaya menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga kesinambungan kaderisasi dengan berlandaskan nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan, sekaligus merespons dinamika zaman yang terus berkembang. ***

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *