TASIK, BERANDAKU.COM – Tak terima anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) menjadi korban dugaan penganiayaan oleh teman sekelasnya, seorang Ibu di Kabupaten Tasikmalaya melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polres Tasikmalaya, Kamis (30/7/2026).
Akibat kejadian dugaan pemukulan tersebut, korban yang masih duduk dibangku kelas 3 SD di salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, mengalami luka pada bagian perutnya.
Karena lukanya cukup parah dibagian perut, korban terpaksa mendapatkan penanganan medis secara intensif dengan dilakukan operasi pada bagian perut di Rumah Sakit Margono, Jawa Tengah.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengaku pihaknya sudah menerima dan menindaklanjuti laporan dari orang tua korban.
Menurutnya, Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk memintai keterangan saksi dan keluarga korban.
“Sedang kami tangani dugaan kasusnya. Karena dalam perkara ini melibatkan anak, baik korban maupun terduga pelaku sama-sama dibawah 12 tahun, maka penanganannya sesuai KUHP baru,” terang Josner.
Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya saat ini masih mendalami motif dan dugaan adanya kelalaian dalam kejadian ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan termasuk korban.
“Pemeriksaan sudah kami lakukan, termasuk meminta keterangan dari para saksi. Kita tangani kasus ini dengan profesional,” kata dia.
Erni Trisnayanti, Ibu Kandung Korban, menuturkan, laporan yang dibuatnya atas dugaan penganiayaan yang dialami anaknya, disampaikan ke Unit PPA Polres Tasikmalaya.
Menurut Erni, kondisi anaknya saat ini masih dalam pemulihan. Ia mengaku baru melaporkan kejadian yang menimpa anaknya.
“Iya baru akhir-akhir ini karena saya fokus penyembuhan anak saya. Jadi dugaan akibat pemukulan, anak saya harus dioperasi,” katanya.
Erni menuturkan, anaknya yang menjadi korban dugaan pemukulan saat itu tengah bermain di lingkungan sekolah yang bersiap untuk pentas seni akhir tahun.
Menurut Erni, kejadian yang menimpa anaknya pada saat anaknya persiapan akan pentas seni di akhir tahun lalu.
“Anak saya dipukul, sempat saya hampiri juga anak saya karena saya ada di sekolah. Anak saya sekarang masih menjalani pemulihan fisik dan trauma akibat kejadian tersebut,” ujar dia.
Saat ini, tambah Erni, anaknya sedang mendapatkan penanganan medis yang cukup serius. Anaknya sudah menjalani operasi di Rumah Sakit di Margono Purwokerto, Jawa Tengah.
“Untuk kondisinya alhamdulillah ada perbaikan. Saya sengaja melaporkan kejadian yang menimpa anak saya ini agar ada keadilan untuk anak saya,” tegas Erni.***









