News  

Nyanet Festival 2026 Masuk KEN, Garut Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wisata Budaya

Helatan Budaya Nyanet Festival 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, Kamis (30/7/2026) malam
banner 468x60

BERANDAKU.COM – Tradisi budaya Nyanet kian mengukuhkan posisinya sebagai aset wisata budaya nasional. Hal itu ditandai dengan masuknya Nyanet Festival 2026 ke dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) sekaligus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut, pemerintah pusat, hingga Bank Indonesia.

Festival yang digelar di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kamis (30/7/2026) malam itu menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka penyelenggaraan Nyanet Festival 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, budayawan, komunitas budaya, serta berbagai pihak yang selama ini konsisten menjaga dan mengembangkan tradisi Nyanet sebagai warisan budaya masyarakat Cigedug.

“Nyanet adalah tradisi lokal yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Saya percaya tradisi seperti ini adalah identitas atau ciri khas orang Cigedug, orang Garut, dan orang Indonesia. Seterusnya kita harus kembangkan dengan sebaik-baiknya dan juga menjadi keunggulan Kabupaten Garut,” tegas Bupati Garut.

Nyanet merupakan tradisi khas masyarakat pegunungan berupa kebiasaan menikmati teh hangat bersama di sekitar perapian (hawu).

Tradisi tersebut berawal dari kebiasaan para pemetik teh yang berkumpul setelah seharian bekerja untuk menghangatkan badan dari udara dingin pegunungan.

Sambil menyeruput teh hangat yang disajikan menggunakan bambu dan menikmati palawija bakar, mereka berbincang, berbagi pengalaman, serta mempererat tali persaudaraan.

Dukungan terhadap pengembangan Nyanet Festival juga disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya melalui visi “Pesona Garut Maju Berbudaya”.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada para seniman dan budayawan agar upaya pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Garut dapat berlangsung
secara berkesinambungan.

Komitmen serupa disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar. Ia menilai sektor pariwisata memiliki dampak ekonomi yang sangat luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Di balik satu destinasi wisata seperti di tempat ini, ada ribuan orang yang bekerja di belakangnya, ada ratusan UMKM yang terlibat, dan ada banyak harapan anak-anak terhadap kemajuan daripada desa yang menjadi destinasi usaha ini. Oleh karena itu bagi kami sangat mendukung kegiatan pariwisata,” ungkap Muslimin Anwar.

Sementara itu, Pupuhu Nyanet Festival 2026, Dasep Badrusalam, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ke-13 sejak pertama kali digelar.

Ia mengungkapkan, secara historis tradisi Nyanet memiliki keterkaitan dengan jejak dakwah Kanjeng Sunan Gunung Djati di wilayah Priangan Timur yang menggunakan pendekatan budaya sebagai media penyebaran nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, kata Nyanet memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni menjadi sarana menyambungkan rasa antarsesama manusia, hubungan manusia dengan alam, hingga hubungan seorang hamba dengan Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, Nyanet Festival mengangkat tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti” (Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray).

Masuknya festival ini ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara menjadi pengakuan atas nilai budaya yang dimiliki sekaligus membuka peluang lebih besar bagi promosi pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Garut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Garut, Bank Indonesia, Bank BJB, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Komunitas Budaya Nyanet,” pungkas Dasep. (Red)

 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *