banner 728x250
News  

Pemkab Garut Siapkan Balik Gratis Hingga Larangan Delman Beroperasi Demi Kelancaran Mudik 2026

Dishub Garut mematangkan kesiapan mudik Lebaran 2026. Mulai dari program balik gratis, penyediaan kantor desa sebagai rest area, hingga kompensasi bagi ratusan delman guna mengurai kemacetan

Pemkab Garut Siapkan Balik Gratis Hingga Larangan Delman Beroperasi Demi Kelancaran Mudik 2026
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi saat diwawancarai di Kantor Dishub Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (12/3/2026). ‎(Foto: Nindi Nurdiyanti/ Nijma Tazkiyatun Nafsi/ Diskominfo Kab. Garut)
banner 468x60

GARUT, BERANDAKU.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai tancap gas mematangkan kesiapan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Koordinasi lintas sektoral diperkuat guna memastikan jutaan pemudik yang melintasi Kota Intan merasa aman dan nyaman.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, menegaskan komitmennya dalam mendukung SKB 3 Menteri terkait pengaturan arus lalu lintas. Pihaknya memprediksi lonjakan arus kendaraan tahap pertama akan mulai terlihat pada Jumat sore, 13 Maret 2026.

Example 300x600

“Alhamdulillah, secara teknis Kabupaten Garut sudah siap melayani masyarakat yang ingin mudik, baik yang menuju wilayah Garut maupun yang hanya melintas,” ujar Satria Budi saat ditemui di Kantor Dishub Garut, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga : Anggaran Minimalis Bukan Alasan, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya: Kinerja DPRKPLH Harus Tetap Juara

Untuk meringankan beban masyarakat, Pemkab Garut kembali membuka program Balik Gratis bagi 240 orang dengan tujuan Jakarta, Bekasi, dan Bogor. Antusiasme warga sangat tinggi; per hari ini, kuota tujuan Jakarta dan Bogor dilaporkan telah penuh, menyisakan sedikit kursi untuk tujuan Bekasi.

Tak hanya itu, Pemkab Garut juga mengambil langkah inovatif dengan membuka pintu fasilitas negara seperti kantor desa dan gedung sekolah di sepanjang jalur mudik untuk dijadikan rest area sementara.

“Masyarakat yang butuh istirahat bisa memanfaatkan fasilitas negara seperti kantor desa dan sekolah. Silakan dipergunakan jika merasa lelah di perjalanan,” tuturnya.

Salah satu langkah krusial guna mengurai kemacetan di titik rawan seperti Kadungora adalah kebijakan sterilisasi delman (andong). Pemkab Garut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan kompensasi bagi 477 unit andong dan 6 becak agar tidak beroperasi selama 7 hari masa mudik.

“Pemerintah Provinsi memberikan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari per orang. Penyerahan secara simbolis akan dilakukan hari Sabtu ini,” tambah Satria Budi.

Bagi pemudik yang ingin mengetahui situasi lalu lintas secara real-time, Dishub mengimbau penggunaan aplikasi Garut Hebat Super Apps. Di sana, tersedia layanan pantauan dari 21 titik CCTV strategis yang tersebar di wilayah Garut.

Menutup keterangannya, Satria Budi menitipkan tiga pesan penting bagi para pemudik:

  1. Cek Kendaraan: Pastikan kendaraan pribadi laik jalan.

  2. Keamanan Rumah: Pastikan listrik dan gas padam sebelum ditinggalkan.

  3. Patuhi Aturan: Ikuti rambu lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan.

Melalui kesiapan matang ini, Pemkab Garut berharap arus mudik dan balik tahun 2026 dapat berjalan lancar dengan angka kecelakaan seminimal mungkin.***

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *