GARUT, BERANDAKU.COM — Pemerintah Kabupaten Garut bersama jajaran TNI/Polri resmi memulai Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk mengamankan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Apel gelar pasukan yang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dilaksanakan di Lapangan Markas Polres Garut, Kamis (12/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati Abdusy Syakur mengungkapkan tantangan besar tahun ini, di mana Kabupaten Garut diprediksi akan menjadi tujuan bagi lebih dari 3 juta pemudik.
“Kami sudah menyiapkan tim dari PUPR, BPBD, hingga Damkar di empat titik strategis untuk siaga bencana. Mengingat akhir bulan ini curah hujan masih tinggi, mitigasi banjir menjadi prioritas utama kami di jalur mudik,” ungkap Syakur.
Salah satu kebijakan unik yang dilanjutkan tahun ini adalah pemberian insentif bagi kusir andong, pengemudi ojek, dan becak agar tidak beroperasi di jalur utama selama tujuh hari masa puncak mudik. Dana insentif ini bersumber dari kolaborasi APBD Provinsi Jawa Barat dan APBD Kabupaten Garut.
Selain itu, Bupati telah menginstruksikan seluruh Camat di jalur lintasan strategis untuk menyulap kantor kecamatan menjadi rest area bagi pemudik. Dinas Kesehatan pun diminta menyiagakan seluruh Puskesmas selama 24 jam.
“PJU (Penerangan Jalan Umum) dan perbaikan jalan darurat kami minta selesai selambat-lambatnya besok agar tidak menghambat arus lalu lintas,” tegasnya.
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 1.747 personel gabungan, termasuk unsur Brimob, diterjunkan ke lapangan.
Untuk mengurai kemacetan di titik pasar tumpah, polisi akan memasang water barrier guna mencegah parkir liar di bahu jalan.
“Kami mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan dengan mendirikan pos pengamanan serta pos pelayanan. Jika terjadi genangan air akibat hujan yang menghambat lalu lintas, kami sudah berkoordinasi dengan Pemda untuk pengerahan alat penyedot air,” jelas AKBP Yugi.
Selain jalur arteri, pengamanan ketat juga akan dilakukan di lokasi objek wisata dan area ziarah makam yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung selama libur Lebaran. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi petugas demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman.***













