TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Kabar gembira bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya bersama Baznas dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan program “Masjid Ramah Pemudik” di 9 titik jalur strategis Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Program ini dirancang khusus untuk mengubah fungsi masjid tidak sekadar tempat ibadah, melainkan menjadi pusat pelayanan umat yang menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik selama 24 jam nonstop.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Ahmad Patoni, M.M., menjelaskan bahwa dari total 35 masjid yang berpartisipasi, sembilan di antaranya ditetapkan sebagai posko utama karena lokasinya yang berada tepat di jalur urat nadi mudik.
“Sembilan titik posko utama ini tersebar di kawasan Ciawi, Kadipaten, Salawu, hingga Cipatujah. Jalur-jalur ini merupakan lintasan nasional dan provinsi dengan mobilitas kendaraan yang sangat tinggi menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Ahmad Patoni, Sabtu (14/3/2026).
Berbeda dengan rest area biasa, Masjid Ramah Pemudik menawarkan fasilitas yang sangat menyentuh kebutuhan fisik pemudik. Selain tempat ibadah dan toilet bersih, posko ini menyediakan petugas pijat gratis bagi mereka yang mengalami kelelahan selama perjalanan.
Untuk menunjang kebutuhan nutrisi, setiap posko menyiapkan minimal 100 paket takjil dan santap sahur setiap harinya.
“Kami ingin memastikan pemudik bisa beristirahat sejenak, memulihkan kondisi fisik, dan melanjutkan perjalanan dengan aman. Semua layanan ini terbuka 24 jam dengan melibatkan ratusan relawan dari ASN Kemenag, BKPRMI, hingga banser dari GP Ansor,” tambahnya.
Program Masjid Ramah Pemudik dijadwalkan beroperasi mulai menjelang puncak arus mudik hingga tujuh hari setelah Hari Raya Idulfitri (H+7). Dengan demikian, pemudik pada arus balik pun tetap bisa menikmati layanan ini.
Ahmad Patoni juga membuka pintu bagi para dermawan maupun komunitas yang ingin ikut berkontribusi dalam aksi sosial ini, baik dalam bentuk logistik makanan maupun kebutuhan operasional lainnya.
“Saya berharap kehadiran posko ini memberikan rasa aman. Masjid harus menjadi pemberi manfaat langsung, menjadi tempat yang meneduhkan bagi siapa saja yang sedang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman,” pungkasnya.***













