banner 728x250
News  

Menhub & Gubernur Jabar Cek Mudik Garut, 483 Kusir Delman & Penarik Becak Terima Kompensasi Rp200 Ribu per Hari

Menteri Perhubungan dan Gubernur Jabar meninjau kesiapan mudik di Garut. Sebanyak 483 pengemudi kendaraan tradisional menerima kompensasi Rp200 ribu per hari agar bersedia libur guna memperlancar arus lalu lintas

Menhub & Gubernur Jabar Cek Mudik Garut, 483 Kusir Delman & Penarik Becak Terima Kompensasi Rp200 Ribu per Hari
Kunjungan Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Barat ke Kabupaten Garut dalam rangka Penyerahan Kompensasi Bantuan Gubernur kepada Pengemudi Kendaraan Tidak Bermotor, yang dilaksanakan di Polres Garut, Sabtu (14/3/2026)(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)
banner 468x60

GARUT, BERANDAKU.COM — Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Garut, Sabtu (14/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menhub dan Gubernur menyerahkan kompensasi khusus bagi pengemudi kendaraan tidak bermotor guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.

Example 300x600

Langkah ini diambil Menhub dan Gubernur untuk mengantisipasi penyumbatan arus di titik-titik pasar tumpah dan jalur nasional yang kerap dipicu oleh aktivitas kendaraan tradisional.

Selama masa puncak mudik, operasional delman dan becak di jalur utama akan diliburkan sementara.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa setiap pengemudi akan menerima bantuan sebesar Rp200.000 per hari sebagai pengganti penghasilan mereka.

Tercatat ada 483 kendaraan tradisional yang terdiri dari 477 delman dan 6 becak di wilayah Garut yang menerima manfaat ini.

“Kegiatan ini bertujuan mempermudah tugas Kementerian Perhubungan dan Polri agar jalur yang berpotensi macet bisa melintas dengan lancar. Kami berharap ini memberikan dampak ekonomi sekaligus kebahagiaan bagi mereka,” Ungkap Dedi.

Baca Juga : Instruksi Keras Kapolda Jabar: Nekat Melintas saat Mudik, Truk Sumbu 3 Bakal Dikandangkan!

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, program kompensasi tersebut merupakan solusi win-win solution yang tidak hanya memikirkan mobilitas pemudik, tetapi juga menjaga kesejahteraan pelaku transportasi tradisional.

Di sisi lain, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan bahwa infrastruktur di wilayahnya telah siap 100 persen menyambut lonjakan pemudik. Ia menegaskan jalur-jalur alternatif yang sebelumnya berlubang telah selesai diperbaiki.

“Jalur mudik sudah sepenuhnya bisa dilewati. Kami juga menyiagakan Pos Terpadu di empat titik utama, yakni Pameungpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong,” tegas Bupati.

Selain kesiapan teknis, Bupati menekankan bahwa momentum mudik tahun ini harus menjadi ajang pembuktian kemajuan pembangunan di Garut.

Ia berharap para pemudik mendapatkan kesan positif sehingga tertarik kembali berkunjung sebagai wisatawan di masa depan.

“Ini kesempatan langka. Warga Garut yang pulang akan memberikan penilaian. Kita harus memberikan impresi yang baik agar kedepannya mereka mengajak rekan-rekannya berkunjung ke Garut,” pungkasnya.

Dengan berhentinya operasional delman di jalur-jalur krusial seperti Limbangan dan Kadungora, diharapkan arus kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya maupun Jawa Tengah dapat mengalir lebih dinamis tanpa hambatan berarti.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *