TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Situasi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tasikmalaya terpantau mengalami kepadatan pada Selasa (31/3/2026).
Antrean kendaraan terlihat mengular di kawasan SPBU Padayungan dan Jalan Siliwangi seiring dengan berembusnya isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan kekhawatiran mulai dirasakan oleh pengguna kendaraan bermotor, terutama bagi mereka yang menggantungkan mobilitas harian pada ketersediaan bahan bakar jenis Pertalite.
Reza (24), seorang pengendara sepeda motor asal Kawalu yang ditemui saat mengantre di SPBU Padayungan, menyatakan keberatannya jika kelangkaan benar-benar terjadi. Baginya, BBM adalah kebutuhan primer yang menunjang aktivitas kerjanya setiap hari.
“Tentunya sangat tidak ingin BBM langka karena ini kebutuhan pokok. Saya sehari-hari menggunakan motor untuk kerja. Biasanya pakai Pertalite, kalau harus pindah ke Pertamax harganya jauh lebih mahal,” ujar Reza.
Baca Juga : Kakanwil Kemenag Jabar Puji Kesigapan Relawan MRP di Jalur Selatan Tasikmalaya
Senada dengan Reza, para pengguna kendaraan roda empat juga menyoroti dampak luas dari ketidakpastian stok bahan bakar.
Daffa (24), seorang pengendara mobil asal Pangandaran yang tengah berada di Jalan Siliwangi, menyebut bahwa masalah BBM memiliki korelasi langsung dengan urusan perut masyarakat luas.
“Kalau sampai langka, dampaknya akan berpengaruh ke harga bahan pokok dan lain-lain. Ada efek domino yang akan dirasakan masyarakat,” jelas Daffa.
Meski demikian, untuk aspek teknis kendaraan, Daffa mengaku kini lebih memilih menggunakan bahan bakar nonsubsidi. Langkah ini ia ambil demi menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang.
“Saya sudah biasa pakai Pertamax, sekalian untuk perawatan mesin juga agar lebih awet,” tambahnya.***













