RAJAPOLAH, BERANDAKU.COM — Konektivitas wilayah di Kabupaten Tasikmalaya dipastikan akan semakin kuat dengan rencana pengembangan sektor perkeretaapian.
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana reaktivasi dan pengembangan fungsi Stasiun Rajapolah serta Stasiun Pirusa.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menerima kunjungan kerja (Kunker) Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pengembangan bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Stasiun Rajapolah, Jumat (06/02/2026).
Bupati Cecep menjelaskan bahwa pengembangan transportasi kereta api telah masuk ke dalam dokumen strategis Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024–2044 sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Dalam RTRW 2024–2044, kami menempatkan pengembangan transportasi sebagai pilar penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan biaya logistik, serta memperluas akses pasar bagi produk lokal,” ujar Bupati Cecep di sela peninjauan lapangan.
Baca Juga : Wakil Bupati Tasikmalaya Hadiri Dies Natalis HMI ke-79 dan Ajak Mahasiswa Berkolaborasi
Pengembangan Stasiun Rajapolah dan reaktivasi Stasiun Pirusa dinilai sebagai langkah taktis untuk meningkatkan daya saing daerah. Dengan fungsi stasiun yang lebih optimal, distribusi hasil bumi dan produk UMKM Tasikmalaya diharapkan bisa lebih cepat dan murah menuju pasar nasional.
Bupati berharap kehadiran para petinggi DPR RI dan Kemenhub dapat mempercepat sinkronisasi program antara pusat dan daerah.
“Kami sangat berharap memperoleh dukungan kebijakan dan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, BUMN perkeretaapian (PT KAI), dan pemerintah daerah, agar rencana strategis ini dapat terwujud secara bertahap,” imbuhnya.
Kunjungan kerja ini dihadiri oleh jajaran elit pemerintahan dan perkeretaapian, di antaranya Anggota Komisi III dan Komisi V DPR RI, Kasubdit Angkutan Perkeretaapian, hingga jajaran Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Senada dengan Bupati, pihak Dirjen Perkeretaapian melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana guna memastikan kesiapan teknis reaktivasi tersebut. Peninjauan ini juga melibatkan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung dan Daop II Bandung.
Pemkab Tasikmalaya meyakini bahwa bangkitnya jalur kereta api di wilayah utara dan selatan kabupaten akan membuka peluang investasi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami yakin konektivitas yang lebih baik akan menciptakan kawasan ekonomi baru dan memperkuat daya saing daerah menuju masyarakat yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” pungkas Bupati.***













