TASIKMALAYA, BERANDAKU.COM — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat fondasi pembiayaan pembangunan melalui optimalisasi sektor pajak daerah.
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, secara resmi menyerahkan SPPT dan DHKP Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026 di Aula Pendopo Baru, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk menyamakan persepsi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Bupati Tasikmalaya mengungkapkan bahwa realisasi PBB-P2 merupakan urat nadi pelayanan publik di Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan laporan evaluasi, realisasi PBB-P2 tahun 2025 mencatatkan angka Rp31,5 miliar atau sebesar 85,25 persen dari target yang ditetapkan senilai Rp37 miliar.
“Realisasi tahun lalu sudah cukup baik, namun kita harus terus bergerak. Tercatat sebanyak 159 desa di 33 kecamatan sudah berhasil memenuhi target 100 persen,” ujar Bupati Cecep.
Baca Juga : Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin Lantik 5 Pj Kepala Desa di Kabupaten Tasikmalaya
Meski banyak yang sudah berprestasi, Bupati menyoroti masih adanya 192 desa yang belum memenuhi target PBB-P2. Ia secara khusus meminta para Camat untuk melakukan pendampingan ekstra agar tunggakan pajak tidak menumpuk menjadi piutang daerah.
Tunggakan pajak ini, tegas Bupati, menjadi poin krusial dalam pengawasan nasional. “Saya mohon kepada para camat agar mendorong desa-desa yang belum memenuhi target. Hal ini akan menjadi piutang yang tercatat dan menjadi bahan evaluasi MCP Korsupgah KPK. Kita harus tertib administrasi keuangan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan penghargaan kepada Kecamatan Bojongasih dan Kecamatan Cikalong atas keberhasilan seluruh desanya mencapai target 100 persen. Selain itu, tiga desa dinobatkan sebagai yang tercepat dalam pelunasan pajak, yakni:
-
Desa Sukaresik (Kecamatan Sukaresik)
-
Desa Puspajaya (Kecamatan Puspahiang)
-
Desa Cibungur (Kecamatan Parungponteng)
Untuk tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali mematok target PBB-P2 sebesar Rp37.000.000.000. Bupati optimistis angka ini dapat dicapai jika sinergi antara kolektor kecamatan, kepala desa, dan masyarakat terjalin dengan baik.
“Target 2026 memerlukan upaya maksimal. Kita perlu mengantisipasi kendala di lapangan sejak dini agar pembangunan berkelanjutan di Tasikmalaya tetap berjalan lancar,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah sekaligus Kepala BPKPD Kabupaten Tasikmalaya, pimpinan Bank BJB Cabang Kabupaten Tasikmalaya, para Camat, Kepala Desa, serta para kolektor PBB se-Kabupaten Tasikmalaya.***













